KEMBANGKAN BAKAT, RAIH PRESTASI

 




Jum;at, 24 April 2026
Pertemuan ke 3 KBMN PGRI
Nara Sumber : Aam Nurhasanah, S.Pd
Moderator    : Eka Yulia, M.Pd
Materi  : Gali Potensi Ukir Prestasi


Pembaca yang budiman 

Kembali lagi kita pada pertemuan ke 3 lewat Kelas Belajar Menulis Nusantara gelombang ke 34 dengan nara sumber kita bunda Aam Nurhasanah, S.Pd beliau sebagai guru bahsa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap 4 Cipanas, Kab.Lebak Prov. Banten. beliau lahir di Cipanas 12 Agustus 1988, selain guru beliau juga seorang penulis, guru blogger, moderator, kurator, editor dan Tim Solid OmJay. Malam ini beliau di dampingi oleh bunda Eka Yulia, M.Pd alumni KBMN 28.

Setiap individu memiliki potensi dalam dirinya, baik berupa bakat, minat, maupun kemampuan yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut tidak akan terlihat jika tidak digali dan diasah melalui usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali kelebihan dirinya sejak dini.

Malam hari ini nara sumber mengajak kita menyelami kekuatan terbaik yang ada pada diri kita. karena setiap individu lahir dengan keunikan dan kemampuan yang berbeda, namun tidak semua dapat terlihat dengan jelas tanpa usaha. potensi itu seperti harta terpendam, dia membutuhkan keberanian untuk di gali, ketekunan untuk di asah dan keyakinan untuk dikembangkan.

Gali Potensi artinya mengenali, menemukan, dan mengembangkan bakat atau kemampuan yang ada dalam diri kita. Setiap orang punya kelebihan, tapi sering belum sadar atau belum diasah. Jadi kita diminta untuk “menggali” dulu - lewat belajar, latihan, mencoba hal baru.

Ukir Prestasi artinya membuat atau menciptakan pencapaian yang membanggakan dari potensi yang sudah digali tadi. Kata “ukir” dipakai karena prestasi itu tidak datang instan. Butuh proses, kerja keras, dan ketekunan, sama seperti mengukir kayu atau batu sampai jadi karya indah.

Gagal bukan berarti kalah, nara sumber menceritakan bagaimana pengalaman beliau untuk mengikuti KBMN ke 12 hingga lulus. Dari sinilah bunda Aam tertantang untuk menulis bersama narasunber Ibu Kanjeng. sehingga lahir buku antologi pertamanya yang berjudul " Semangat menulis bersama bu Kanjeng". Syarat untuk mendapat sertifikat di KMBN harus ada buku solo, sehingga lahirlah buku solo pertama yang berjudul "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat".

Sejak mendapat pradikat lulus beliau di percaya menjadi moderator sehingga lahirlah buku solo ke 2 dengan judul "Kunci Sukses Menjadi Moderator Online" sejak saat itulah bunda Aam mencoba mengali potensi yang adap pada dirinya dengan mengikuti berbagai lomba seperti lomba blog, menulis tanpa jeda selama 28 hari, mengikuti tantangan menulis bersama Prof. Richardus Eko Indrajit. dan semuanya itu membuahkan hasil. 

Saat ini juga sudah mengajak siswanya untuk menulis buku serta mengajak kelompok kepala sekolah untuk menulis buku. beliau tidak hanya sebagai penulis tapi juga sebagai pengerak literasi. Menurut beliau  mengali diri dalam menulis dapat di mulai dari : hal yang di sukai, hal yang di alami dan hal yang di kuasai. namun kendala yang kita alami saat mengali potensi dalam menulis : Hilang ide, terasa tidak terbakar, tidak percaya diri serta takut di buli.

Dalam setiap langkah kecil yang kita ambil, tersimpan peluang besar untuk menciptakan prestasi. tidak harus selalu sempurna yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, bangkit dari kegagalan, dan melangkah maju dengan penuh semangat. Karena sejatinya, prestasi bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan tentang perjalanan panjang yang membentuk karakter, ketangguhan, dan kepercayaan diri.

Di akhir pertemuan nara sumber dan moderator mengajak kita untuk mengenal potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Mulai dari diri sendiri—menggali potensi yang ada, dan dengan penuh tekad, mengukir prestasi yang akan menjadi kebanggaan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan.  Malam ini saya merasa tersanjung karena nara sumber memperlihat buku yang telah di tuliskan oleh bapak ibu guru yang ada di sekolah saya atas bimbingan bunda Aam serta buku karya siswa saya.

terima kasih bapak ibu TSO

EMMI SUHAIMI

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

5 komentar: