MENULIS SEBAGAI PASSION
Pada pertemuan pertama di Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan nara sumber Dra.Sri Sugiastuti akrab di pangil bunda Kanjeng dan di juluki ratu Antologi. di dampingi oleh bunda Helwiyah selaku moderator pada malam ini. Bunda Kanjeng yang lahir 8 April 1961. Merasa terlambat belajar menulis.Sejak Pandemi Maret 2020, aktif menulis buku dan bergabung bersama Omjay dan PGRI memberikan Pelatihan Kepenulisan secara gratis melalui WAG hingga peserta lulus dan menerbitkan buku.. Malam hari ini beliau akan memaparkan "Menjadikan menulis sebagai Passion" Mari menjadikan setiap tarian pena kita sebagai pasion, setiap goresan kisah kita sebagai pasion. Menjadikan menulis sebagai passion bukan sekadar merangkai kata, melainkan upaya mengabadikan jiwa dalam setiap aksara.
"Passion" berarti "hasrat". Passion atau "Renjana" merujuk pada minat, ketertarikan, atau semangat yang mendalam terhadap sesuatu. Mari temukan ritme kreativitas Anda dan biarkan pena menuntun menuju kedalaman ekspresi yang tak terbatas.
Semua orang dapat menulis. entah itu di WhatsApp atau di mana saja. namun menulis itu suatu keterampilan artinya semakin banyak jam terbang atau banyak berlatih menulis kita akan terbiasa, layaknya orang belajar naik sepeda onthel, perumpamaan yang diberikan oleh bunda Kanjeng.
menulis adalah cara kita berbicara kepada dunia tanpa perlu bersuara, namun dengan gema yang jauh lebih lama. pertanyaan yang diberikan oleh bunda kanjeng " Mengapa menulis itu penting?
Menulis adalah seni menghidupkan aksara, dengan menulis kita tidak hanya berkomunikasi dengan orang lain , tetapi juga sedang berdialog dengan diri sendiri.
Wah... resumenya lengkap..
BalasHapusLanjutkan...
terima kasih bunda
Hapusterima kasih bunda Lely
HapusSemangat selalu Bunda Emmi. Gas buku solo yaa
BalasHapussiap bunda biar segera dapat sertifikat
Hapus