Utan, 2 Juni 2026
Pertemuan ke 18 Kelas Belajar Menulis Nusantara gel 34
Nara Sumber : Suharto, S.Ag. M.Pd
Moderator : Raliyanti
Materi : Guru Tangguh Jejak guru Madrasah Inspiratif
Materi malam ini menambah semangat peserta KBMN gelombang ke 34 dengan menghadirkan nara sumber Suharto, S.Ag., M.Pd atau panggilan akrab Cing Ato. Beliau menceritakan tentang perjalannya saat mengikuti KMBN gelombang ke 8
1. Awal Perjuangan dan Pembuktian Diri
Perjalanan literasi Cing Ato tidak dimulai dengan kemudahan. Beliau sempat dinyatakan "tidak lulus" pada pelatihan KBMN ke 8 karena kondisi kesehatan yang menurun, sehingga tidak sempat mengumpulkan resume. Namun, kegagalan tersebut tidak menghentikan langkahnya.
Semangat yang Tak Padam. Beliau konsisten belajar dan menulis secara mandiri, lalu membagikan karya-karyanya di media sosial (Facebook).
Bangkit Melalui Karya: Tulisan-tulisan di Facebook tersebut akhirnya dikumpulkan dan dibukukan. Berkat kegigihan ini, beliau berhasil menerbitkan dua buku dan akhirnya dinyatakan lulus.
2. Kiprah, Kontribusi, dan Prestasi
Setelah berhasil membuktikan konsistensinya, Cing Ato terus bergerak menjadi agen perubahan (agent of change) dan pembawa cahaya bagi lingkungan sekitarnya melaui berbagai aksi nyata:
- Narasumber Pelatihan:Dipercaya menjadi pembicara di beberapa gelombang pelatihan, termasuk menjadi narasumber di KBMN PGRI 34.
- Penggerak Literasi: Mendirikan kelas menulis di madrasah tempatnya mengabdi serta telah menghasilkan 4 buku antologi.
- Berbagi Tanpa Pamrih: Beliau mempelajari keahlian desain cover dan layouting secara otodidak. Keahlian ini sering beliau gunakan untuk membantu teman-temannya membuat sampul buku secara gratis, meskipun terkadang namanya tidak dicantumkan sebagai desainer.
- Prestasi: Aktif mengikuti seminar dan pelatihan hingga meraih berbagai penghargaan literasi di tingkat regional maupun nasional.
3. Filosofi dan Alasan Utama Menulis
Bagi Cing Ato, menulis bukan sekadar hobi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Alasan utama beliau menulis meliputi:
- Kebutuhan Hidup: Menulis adalah sarana untuk terus belajar dan berbagi.
- Memberikan Manfaat: Tulisan harus bisa membawa kebaikan bagi banyak orang. Bahkan saat kondisi fisik sedang sakit, beliau tetap produktif menulis pengalaman hidup dan motivasi sehari-hari.
- Sedekah Literasi: Buku-buku yang beliau terbitkan banyak disedekahkan atau diwakafkan ke lembaga pendidikan dan komunitas literasi agar manfaatnya meluas.
4. Refleksi dan Kesan Mendalam
Kisah perjuangan Cing Ato memberikan tamparan sekaligus motivasi yang luar biasa mendalam bagi peserta
- Pengalaman yang dibagikan Cing Ato adalah "mutiara mahal" yang disampaikan dengan sepenuh hati.
- Semangatnya yang luar biasa mampu memicu emosi hingga meneteskan air mata haru sekaligus "membuat darah berliterasi mendidih" (membangkitkan gairah menulis yang menggebu-gebu).
- Sebagai seorang guru dengan segala keterbatasannya, beliau membuktikan bahwa disiplin, membimbing siswa, dan semangat hidup tidak pernah mengenal kata terlambat.
Dari cerita cing Ato dapat dapat kita ambil hikmah bahwa keterbatasan fisik dan kegagalan awal bukanlah penentu akhir dari sebuah perjuangan. Cing Ato adalah bukti nyata bahwa dedikasi yang tulus dalam dunia literasi mampu mengubah keterbatasan menjadi warisan karya yang menerangi banyak orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar