Utan, 3 Juni 2026 
Pertemuan ke 19  Kelas Belajar Menulis Nusantara gel. 34
Nara Sumber : Dr.Wijaya Kusuma, M.Pd
Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd
Materi : Pemanfaatan AI untuk menulis


Pada pertemuan ke 19 pak Dail bertindak selaku moderator alumni gelombang ke 20 malam ini mendampingi nara sumber hebat kita pendiri KBMN Dr.Wijaya Kusuma,M.Pd atau biasa kita sapa dengan sebutan Om Jay. Malam ini beliau mengupas habis tentang Pemanfaat AI untuk menulis. 


 1. Hubungan AI dan Penulis: Ancaman atau Peluang?

 Bukan Pengganti Manusia: AI (Artificial Intelligence) tidak akan menggantikan peran guru, dosen, blogger, atau penulis profesional. AI hanyalah alat bantu (seperti komputer dan internet) untuk bekerja lebih cepat dan efektif.

Keterbatasan Mesin Kreativitas, empati, emosi, pengalaman hidup, dan sentuhan hati adalah ranah murni manusia yang tidak bisa ditiru oleh AI.

 2. Mengenal AI dalam Kepenulisan

AI dirancang untuk meniru kemampuan berpikir manusia (memahami perintah, mengolah data, dan menghasilkan teks). Beberapa aplikasi AI yang populer saat ini antara lain ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, Perplexity AI, dan DeepSeek.

 3. Manfaat AI untuk Menulis dan Dunia Pendidikan

AI dapat bertindak sebagai asisten pribadi yang memberikan efisiensi waktu melalui:

 Pencarian Ide & Kerangka: Membantu mengatasi writer's block dengan menyediakan ide judul dan menyusun kerangka tulisan (pendahuluan, subjudul, kesimpulan) dalam hitungan detik.

 Aspek Teknis Kepenulisan: Membantu menyusun kalimat agar lebih mengalir, meringkas dokumen panjang, serta mengoreksi ejaan (typo) dan tata bahasa.

 Dukungan Guru: Mempercepat pembuatan perangkat ajar seperti modul, soal latihan, rubrik penilaian, dan presentasi.

4. Tantangan dan Bahaya Penggunaan AI yang Tidak Bijak

 Penurunan Daya Kritis: Ketergantungan penuh pada AI dapat membuat penulis malas berpikir.

 Masalah Akurasi: Informasi dari AI tidak selalu benar (halusinasi medis/data), sehingga wajib dilakukan verifikasi (cross-check).

 Kehilangan Jiwa Tulisan: Tulisan yang murni buatan AI cenderung kaku, datar, dan kehilangan identitas unik sang penulis.

 5. Filosofi Menulis di Era Digital

Menulislah dengan hati, bukan sekadar dengan AI.

Esensi utama dari materi Omjay adalah pentingnya memberi "rasa" pada tulisan. AI bisa menyiapkan bahan baku teks, tetapi kisah nyata, air mata, perjuangan, dan refleksi batin penulislah yang membuat sebuah tulisan menjadi hidup dan mampu menyentuh hati pembaca.

Profesi penulis tidak akan hilang oleh AI. Penulis yang akan bertahan dan maju di masa depan adalah mereka yang tidak antipati terhadap teknologi, melainkan mereka yang mau belajar dan bijak menggabungkan kecanggihan AI dengan ketulusan hati manusia.

Jadi dengan adanya AI menurut Om Jay yang harus kita lakukan bukan melawan AI, tetapi belajar memanfaatkannya secara bijak dan bertanggungjawab. 

EMMI SUHAIMI

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar