Jum'at, 29 Mei 2026
Pertemuan ke 17 KBMN gelombang ke 34
Nara Sumber : Mukminin, M.Pd
Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd
Materi : Terbitkan Buku Semakin Mudah Bersama Penerbit Indie
|
Aspek perbedaan |
Penerbit mayor |
Penerbit indi |
|
Jumlah Cetakan |
mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000
eks atau minimal 1000 eks untuk dijual di toko-toko buku. |
hanya mencetak buku sesuai dg jumlah pesanan dari penulis atau cetak
berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand). Buku yg akan dicetak bisa
dipromokan (PO) melalui media online
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll. |
|
Pemilihan Naskah yang Diterbitkan |
Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan
sebuah naskah |
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak
diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak
plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut
pasti terbitkan. |
|
Profesionalitas |
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM
di perusahaan besar mereka |
kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali
anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal
cetak-jadi-jual. |
|
Waktu Penerbitan |
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi
dalam tempo 1-3 bulan. |
segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan
minggu bukumu sudah bisa terbit. |
|
. Royalti |
kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari
total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka
tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku. |
15-20% dari harga buku.
Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status,
dll |
|
Biaya penerbitan |
Biaya penerbitan gratis |
Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar