Rabu, 28 April 2026
KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA
Pertemuan ke 5 ,Gelombang ke 34
Nara Sumber : Helwiyah, S.Pd., M.M.
Moderator : Dyah Kusumaningrum, M.Pd
Materi : Menulis Dongeng dan Cerita Anak
Pembaca yang budiman
Sebagai nara sumber pada pertemuan ke lima ini adalah bunda Helwiyah , S.Pd., M.M beliau kelahiran Jakarta, 10 Desembser 1971 saat ini berdomisili di Bekasi. Beliau merupakan seorang pendidik dan pegiat literasi yang sudah banyak menulis antologi dan buku solo. Beliau lulus KBMN gelombang 20 kemudian bergabung dengan TSO menjadi moderator/ nara sumber gelombang 21 hingga sekarang. Malam ini beliau di temani oleh Ibu Dyah Kusumaningrum, M.Pd. Beliau lulus KBMN gelombang 28 berhasil membuat buku solo. Materi malam ini Menulis Dongeng dan Cerita Anak.
Dongeng adalah cerita khayalan yang biasanya diwariskan turun temurun dari zaman dahulu. Dongeng sering berisi hal-hal ajaib dan tokoh-tokoh yang unik. contohnya : kancil dan buaya, bawang merah dan bawang putih, Cinderella.
Adapun ciri-ciri dari dongeng :
1. Bersifat hayalan dan fantasi
2. Ada tokoh hewan yang bisa berbicara atau makhluk ajaib
3.Mengandung pesan moral
4. Latar cerita kadang di kerajaan, hutan, atau tempat ajaib
5. Ceritanya menghibur dan mendidik
Apa itu cerita anak ?
Cerita anak adalah cerita yang dibuat khusus untuk anak-anak. Isinya sesuai dengan dunia anak dan mudah di pahami.
contoh
- Cerita persahabatan di sekolah
-Cerita anak rajin menabung
-Cerita liburan bersama keluarga
-Cerita menjaga kebersihan lingkungan
Ciri-ciri Cerita anak
1. Tokohnya dekat dengan kehidupan anak
2. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
3. Ceritanya menarik dan menyenangkan
4. Mengandung nilai pendidikan
5.Latar cerita biasanya rumah, sekolah, taman, atau lingkungan sekitar
jadi Dongeng adalah cerita fiksi, imajinasi, khayalan sedangkan cerita anak bisa realita yang sering terjadi di dunia nyata.
Persamaan dongeng dan cerita anak
1. Sama-sama menghibur pembaca
2. Mengandung pesan moral
3. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
4. Cocok dibaca anak-anak
Perbedaan dongeng dan cerita anak
No
|
Dongeng
|
Cerita
anak
|
|
1
|
Cerita khayalan lama
|
Cerita untuk anak-anak
|
|
2
|
Banyak unsur ajaib
|
Bisa nyata atau khayalan
|
|
3
|
Tokoh hewan, peri raja
|
Tokoh anak, keluarga , teman
|
|
4
|
Latar kerajaan atau hutan
|
Latar rumah atau sekolah
|
|
5
|
Turun temurun
|
Banyak dibuat penulis modern
|
Ini persamaan dan perbedaan secara umum, di beberapa sumber mungkin akan ditemui lebih banyak perbedaan jika kita lebih menyelaminya.
Jenis-Jenis Dongeng yang populer
|
Jenis
|
Karakter
|
Contoh
|
|
Fabel
|
Tokoh utamanya adalah hewan yang berperilaku seperti manusia.
|
Kancil dan buaya, Si kura-kura & kelinci
|
|
Lagenda
|
Cerita yang dikaitkan denga nasal – usul suatu tempat
|
Tangkuban perahu, Danau Toba
|
|
Mite (Mitos)
|
Cerita tengang dewa -dewi atau hal gaib yang dipercayai masyarakat
|
Nyi roro kidul
|
|
Sage
|
Cerita lama yang mengandung unsur sejarah dan kepahlawanan
|
Ciung Wanara, Gajah Madah
|
|
Parabel
|
Cerita singkat yang mengandung nilai moral/Pendidikan agama
|
Cerita tentang kejujuran
|
Dari jenis dongeng yang ada di atas yang paling sering kita dengar adalah fabel karena buku-bukunya sering kita jumpai di perpustakaan sekolah maupun bacaan di rumah. mengapa kita perlu memberikan dongeng maupun cerita kepada anak karena membacakan dongeng kepada anak banyak manfaatnya antara lain: Menambah kosa kata, melatih imajinasi anak, belajar nilai kebaikan, menambah pengetahuan serta menumbuhkan minat baca anak.
Anak yang terbiasa dibacakan dongeng sebelum tidur atau saat bermain akan memiliki kosa kata yang lebih banyak, memiliki daya imajinasi tinggi, memiliki wawasan luas, aktif bertanya, rasa ingin tahunya terus bertambah dan memiliki karakter lebih baik. Disini orang tua dituntut dapat memberikan jawaban atas pertanyaan anak dari apa yang mereka baca.
Jika kita ingin membuat buku dongeng, fabel atau cerita anak maka struktur ceritanya sebagai berikut:
1. Pendahukuan : Pengenalan tokoh dan latar (contoh: "Pada zaman dahulu ...")
2. Konflik : Masalah yang dihadapi tokoh utama
3. Klimak: Puncak ketegangan atau titik balik cerita
4. Penyelesaian : Masalah teratasi (biasanya berakhir bahagia atau happy ending)
5. Pesan moral (Koda) : Hikmah yang bisa dipetik.
Dalam menulis dongeng diawali pendahuluan sebagai pengantar, pengenalan tokoh dan latar agar pembaca bisa berimajinasi tentang apa dan siapa yang akan diceritakan, kemudian harus ada konflik agar menarik lalu memiliki klimak serta solusi tak lupa pula pesan moral dari cerita tersebut.
Jadi dongeng adalah cerita khayalan yang berasal dari zaman dahulu dan mengandung pesan moral. Cerita anak adalah cerita yang dibuat untuk anak-anak dengan tema dekat kehidupan mereka. keduanya sama-sama bermanfaat dan menyenangkan untuk di baca.
Di penghujung resume ini ada tersemat harapan yang lembut. Semoga setiap kata menjadi benih inspirasi, tumbuh menjadi dongeng dan cerita anak yang hangat, mendidik serta menuntun langkah kecil menuju dunia yang lebih indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar