PENGGUNAAN AI DALAM MENULIS

 


KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA
Jum'at , 1 Mei 2026 . Pertemuan ke 6
Gelombang 34
Nara Sumber : Drs.Dedi Dwitagama,M.Si
Moderator : Sim Chung Wei,S.P.
Materi : Pengunaan AI dalam menulis


Malam ini memasuki pertemuan ke 6 dalam kegiatan KBMN gelombang ke 34 dengan menggunakan   AI peserta dapat mengetahui profil secara lengkap tentang nara sumber.​

Pada malam hari ini tidak seperti pemateri lainnya menyampaikan materi dulu baru mengajukan pertanyaan namun beliau mengatakan untuk apa menyampaikan materi jika nanti peserta tidak ada yang meresponnya, oleh karena itu silakan peserta mengajukan pertanyaan. 

AI adalah teknologi yang membuat mesin menjadi “cerdas” sehingga bisa membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan efisien.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan saat ini semakin meluas dan memberikan banyak kemudahan bagi para pelajar maupun guru. Namun, di balik kemudahan tersebut, diperlukan sikap bijak dan tanggung jawab agar pemanfaatannya tetap memberikan dampak positif. Dalam menulis, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai penulis utama. Artinya, AI dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun kerangka tulisan, atau memberikan contoh kalimat, tetapi hasil akhirnya tetap harus berasal dari pemikiran dan pemahaman penulis sendiri.

Seorang penulis yang baik tidak hanya mampu menghasilkan tulisan, tetapi juga memahami isi dari apa yang ditulisnya. Oleh karena itu, setiap hasil yang diperoleh dari AI perlu dibaca kembali dengan teliti dan dipahami maknanya. Menyalin tanpa memahami bukanlah proses belajar yang sesungguhnya. Selain itu, penting untuk menyadari bahwa AI tidak selalu benar. Informasi yang dihasilkan bisa saja kurang tepat atau bahkan keliru, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang dengan membandingkannya pada sumber lain yang lebih terpercaya, seperti buku atau penjelasan dari guru.

Dalam proses penulisan, kejujuran menjadi hal yang sangat penting. Menggunakan AI tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan kecurangan, seperti menyerahkan hasil tulisan AI tanpa diedit atau mengakuinya sebagai karya sepenuhnya milik sendiri. Untuk itu, penulis perlu menggunakan bahasa sendiri dengan cara menulis ulang atau memparafrase hasil dari AI. Dengan demikian, tulisan yang dihasilkan tetap orisinal dan mencerminkan kemampuan pribadi. Jika diperlukan, terutama dalam penulisan ilmiah, penggunaan AI juga sebaiknya disertai dengan mencantumkan sumber atau keterangan yang sesuai.

Selain itu, penggunaan AI dalam penulisan juga harus memperhatikan aspek keamanan data. Penulis tidak dianjurkan untuk memasukkan informasi pribadi atau data yang bersifat rahasia ke dalam sistem AI, karena hal tersebut dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan. Di sisi lain, AI juga perlu dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, seperti meningkatkan kualitas tulisan, memperkaya kosakata, serta membantu memahami materi pelajaran dengan lebih baik.

Meskipun AI menawarkan berbagai kemudahan, penting untuk tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi ini. Kemampuan menulis tetap harus dilatih secara mandiri agar kreativitas dan daya pikir terus berkembang. AI seharusnya menjadi sarana untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan usaha dan kerja keras penulis.

Pada akhirnya, penggunaan AI dalam penulisan harus dilandasi oleh sikap bijak, jujur, dan bertanggung jawab. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, penulis tidak hanya mampu menghasilkan karya yang baik, tetapi juga mengembangkan kemampuan diri secara optimal.






EMMI SUHAIMI

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar: